Mauricio Pochettino Sempat Tertekan Dan Ingin Bunuh Diri

Pelatih Tottenham Hotspur, yakni Mauricio Pochettino, sempat merasa tertekan karena performa buruk timnya yang terjadi di akhir musim Premier League 2015-2016 yang lalu.

Di minggu terakhirnya, Tottenham Hotspur gagal dengan skor akhir 1-5 dari Newcastle United dalam laga yang dilaksanakan di St James Park. Hasil tersebut menjadikan Tottenham harus rela berada di posisi kedua dari Arsenal.

Terdapat rasa kecewa yang sangat dirasakan Mauricio Pochettino. Apalagi, tim dengan julukan The Spurs tersebut sempat merasakan pertempuran yang gesit kontra Leicester City demi mendapatkan tempat sebagai juara.

Hanya saja, sang pelatih tidak meluapkan rasa kecewanya pada pemain asuhannya dalam evaluasi akhir musim. Bahkan, dia menanti sampai pada ajang International Champions Cup 2016. ” Setelah kembali ke markas dari Australia, kami melakukan pembicaraan mengenai akhir musim lalu. Pemain harus tahu apa yang dirasakan oleh pelatihnya, ” ucap Pochettino.

Pochettino juga mengungkapkan saking kecewanya, dia ingin membunuh pemainnya dan dirinya sendiri. “ Saya berbicara jujur pada para pemain saya dan mengatakan hal tersebut pada waktu yang tepat menurut saya. ” ujarnya lagi.

Musim baru ini, Pochettino berharap hasil buruk tersebut dapat menjadi pengalaman yang berharga untuk menambah semangat timnya demi mendapat kemajuan yang terbaik musim 2016-2017 ini. Khususnya, persaingan yang sangat ketat dengan hadirnya banyak pelatih terlatih dan hebat, seperti Antonio Conte, Jose Mourinho, dan Josep Guardiola.

” Sangat penting untuk mendapatkan hal penting dari pengalaman buruk musim lalu dan menjadikannya sebagai hasil yang positif. ” tutup Mauricio Pochettino.

Tottenham Hotspur segera melakukan laga perdananya di Premier League dengan berhadapan dengan Everton di Goodison Park, pada Sabtu (13/8/2016) esok.

Penulis: | 12 Agustus 2016 | Liga Inggris