Menang Atas Tim Lemah, PSG Catatkan Prestasi Terbaik PSG sejak 1997

Menang Atas Tim Lemah, PSG Catatkan Prestasi Terbaik PSG sejak 1997

Kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Guingamp selesa lalu ternyata memberikan catatan tersendiri bagi klub kaya raya asal kota mode tersebut. Pasalnya kemenangan 3-0 saat menjamu Guingamp, Selasa (22/9/2015) malam atau Rabu dini hari WIB tersebut merupakan prestasi terbaik PSG sejak awal musim 1997-98. Ternyata kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-tujuh PSG di Ligue 1 Prancis. Ini artinya Paris Saint-Germain (PSG) tak terkalahkan dalam 7 pekan terakhir.

Sebelumnya PSG tampil kurang apik lantaran dua kali bermain imbang melawan Bordeaux dan Reims. Berstatus tim bertabur bintang sekaligus jawara bertahan, tentu membuat PSG tak nyaman dengan hasil seperti itu. Alhasil pada laga melawan tim lemah, Guingamp, timya Ibra itu mengambil inisiatif menyerang tanpa ampun.

Sinyal kemenangan PSG mulai terlihat kala Javier Pastore membawa timnya unggul pada menit ke-18. Pemain asal Argentina itu sukses menyelesaikan umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic untuk kemudian menaklukkan Jonas Lossi.

Bermain di hadapan publik sendiri, tak serta merta membuat PSG bisa dengan mudah mencatk gol. Sang tamu pun mempergakan permainan bertahan yang cukup baik. Para pemain belakang Guingamp mampu tampil disiplin dalam menjaga daerahnya. Hanya saja, dibombardir terus-terusan, tembok pertahanan Guingamp akhirnya jebol juga. Kali ini pemain anyar PSG yang gagal bersinar di Manchester United, Angel Di Maria membuktikan kelasnya. Ia mencetak gol kedua PSG pada menit ke-77. Selang enam menit kemudian, giliran sang Ibracadabra yang menceploskan gol ketiga PSG. Sejatinya PSG seharusnya menang 4-0, namun sayang tendangan penalti Ibra dapat diselamatkan Lossi.

Dengan hasil tersebut, PSG semakin kokoh di puncak klasemen sementara Ligue 1 Prancis dengan perolehan 17 poin. PSG masih unggul 4 angka atas Rennes dan Saint-Etienne. Torehan 17 poin itu hanya kalah satu angka dari catatan PSG pada awal musim 1997-98.

Khusus untuk Angel Di Maria, laga tersebut menjadi awal langkah baru sang pemain yang tidak disukai oleh Louis Van Gaal tersebut. Di Maria masih harus membuktikan kualitasnya di laga-laga berikutnya, terlebih lagi pada ajang Liga Champions, dimana PSG akan berhadapan dengan Real Madrid yang tak lain merupakan eks klub Di Maria.

Penulis: | 25 September 2015 | Berita Bola